Pernahkah kamu mendengar tentang tradisi “mendinginkan bumi”? Bagi Masyarakat Adat Ammatoa Kajang di Bulukumba, alam bukanlah objek yang sekadar dieksploitasi, melainkan bagian dari jiwa yang harus dihormati.

Andingingi (berasal berasal dari bahasa Konjo – bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat setempat di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang berarti mendinginkan atau menyejukkan) adalah ritual ruwat bumi dan doa keselamatan yang dilaksanakan secara bersahaja dan sakral. Berbalut pakaian serba hitam dan tanpa alas kakiβ€”simbol kesederhanaan, kesetaraan, serta kepasrahan di hadapan Sang Penciptaβ€”masyarakat adat berkumpul memohon keharmonisan, keberkahan, serta perlindungan dari segala mara bencana.

Melalui ritual ini, Suku Kajang mengingatkan kita semua bahwa jika manusia menjaga dan menyayangi alam, maka alam pun akan menjaga manusia.

✨ Saksikan dan rasakan langsung kekayaan kearifan lokal ini dalam gelaran:
πŸ“Œ Festival Pinisi XVI 2026: ANDINGINGI
πŸ—“οΈ Kamis, 15 Oktober 2026
⏰ Pukul 09.00 WITA
πŸ“ Desa Tambangan, Kec. Kajang, Kab. Bulukumba

Mari hadir dan menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya Nusantara! πŸ–€βœ¨

#FestivalPinisiXVI #FestivalPinisi2026 #PinisiFestXVI #festivalpinisi #wonderfulindonesia

Ikuti kami di:
Instagram : @festival_pinisi
Tiktok : @festival_pinisi