Kawasan ini merupakan pusat galangan kapal tradisional terbesar di dunia yang berlokasi membentang di pesisir Desa Ara, Desa Tanah Lemo, Desa Darubiah, dan Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Di lokasi ini, wisatawan dapat menyaksikan langsung para Panrita Lopi (ahli pembuat perahu) merakit perahu Pinisi yang megah hanya dengan menggunakan kayu dan peralatan tangan tradisional, tanpa gambar rancang bangun tertulis. Keahlian ini diwariskan secara lisan dari ayah ke anak selama berabad-abad, menggabungkan teknik perkapalan yang presisi dengan ritual adat yang sakral.
Daya tarik utamanya adalah melihat bagaimana bilah-bilah kayu ulin dan bitti disusun menjadi dinding lambung kapal yang kokoh di sepanjang pantai Tanah Lemo dan Bira, serta proses pemasangan tujuh layar legendaris yang menjadi simbol nenek moyang pelaut Bugis-Makassar. Selain sebagai tempat produksi, kawasan di Kecamatan Bonto Bahari ini menawarkan pengalaman edukasi mendalam tentang sejarah maritim Nusantara, di mana pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan para pengrajin dan melihat kerangka kapal raksasa yang sedang dibangun dengan latar belakang pantai berpasir putih yang indah.
Mulai Beroperasi
Leave A Comment