BULUKUMBA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bulukumba sukses menggelar Kemah Budaya bertajuk “Pemuda Sebagai Poros Peradaban: Menjaga Harmoni antara Kebijakan Pembangunan, Pelestarian Seni Budaya, dan Penguatan Literasi Kultural.” Kegiatan ini berlangsung meriah di Bara Eco, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, pada Sabtu hingga Minggu, 13–14 Desember 2025.

Pembukaan dan Penegasan Dukungan Pemerintah
Kemah Budaya ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, yang juga merupakan mantan Ketua Umum KNPI Bulukumba periode 2009–2012.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba, melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), menegaskan dukungan penuhnya terhadap inisiatif kepemudaan ini. Dukungan tersebut disampaikan oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Disparpora, Ubayd Mantsur, A.Md, yang hadir mewakili Kepala Dinas.

Dalam sambutannya, Ubayd Mantsur menyampaikan apresiasi dan dukungan bagi pengembangan kapasitas pemuda dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Bulukumba. Ia menekankan bahwa dukungan ini merupakan upaya kolektif pemerintah daerah untuk memastikan pemuda siap menghadapi tantangan global.

“Kehadiran Disparpora di sini adalah sebagai wujud dukungan nyata bagi pengembangan kapasitas pemuda dan OKP. Pemuda harus dipersiapkan untuk menyambut bonus demografi di tahun 2040, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat pesat, seperti kecerdasan buatan (AI),” tegas Ubayd.

Lebih lanjut, Ubayd Mantsur menyoroti tantangan AI, dengan menekankan bahwa pemuda hendaknya tidak hanya menjadi objek atau sekadar “tidak tergantikan oleh AI,” namun justru harus memanfaatkan teknologi ini untuk menjadi lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing di berbagai sektor.

Pembukaan Kemah Budaya berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, legislatif, pegiat budaya, serta berbagai organisasi kepemudaan. Selain Syahruni Haris dan Ubayd Mantsur, turut hadir:

Renaldi Amir, pegiat budaya dari Komunitas Sappo Pallawa sekaligus seorang penulis.

Dr. A. Ifal Anwar, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Bulukumba, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Sengketa Sulawesi Selatan dan Wakil Ketua DPP KNPI.

Baso Marewa, seorang jurnalis dari Radar Selatan Bulukumba.

Ketua Umum DPD KNPI Bulukumba, Muhammad Rais, didampingi Bendahara Umum KNPI Bulukumba, Abdi Purnawan, menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya.

“Kegiatan ini adalah perwujudan komitmen kami untuk memastikan pemuda Bulukumba menjadi poros peradaban yang mampu bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya lokalnya,” kata Muhammad Rais.

Rangkaian acara Kemah Budaya KNPI Bulukumba meliputi diskusi kebudayaan, lomba baca puisi, hingga pelatihan jurnalistik. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari sejumlah SMA dan MAN di Kabupaten Bulukumba, menandakan Kemah Budaya berfungsi sebagai ruang edukasi, dialog, dan ekspresi seni bagi generasi muda.